Wanita Cantik Itu Pahlawanku

Kamis, 01 Mei 2014

                Cantik?? iya,, seorang wanita cantik yang sulit untuk dilupakan. ketika anak sulungnya belum bisa memberikan yang terbaik. berkali-kali nasehat yang ia beri melalui sebuah ucapan tidak membuat anaknya untuk berubah. Tubuhnya yang gemetar dan hanya mampu mengusap dada. air mata yang bercucuran disetiap do'a yang ia persembahkan disetiap shalat.
            Hampir 9 tahun lebih ia pergi sejak tsunami menerjang Aceh di tahun 2004 silam, sementara anak sulungnya merindukan rupa wajahnya yang cantik. wanita kelahiran Sigli ini mempunyai nama Ratniwati, ialah sosok ibu yang memberi inspirasi untukku selama 13 tahun.
***
            Baiklah, akanku certiakan sejak kejadian tsunami yang merengut nyawa pahlawanku. hari itu, minggu 26 desember 2004 bencana yang membuat panik daerah tempat ku tinggal. bahkan lebih 200 ribu lebih nyawa dipertaruhkan saat kejadian itu termasuk nyawa ibuku.
Seperti biasa pagi minggu, aku latihan bola di lapangan, sekitar pukul 08.00 aku merasakan goncangan gempa yang amat dahsyat, suatu kejadian yang tak pernah aku rasakan sebelumnya. Banyak gedung, rumah, serta fasilitas-fasilitas yang ada disekitar hancur. Akhirnya aku dan beberapa teman memutuskan untuk berhenti latihan karena keamanan yang tidak menjamin lalu kamipun bergegas  pulang. Aku sempat melihat ibu didepan lorong rumahku, "Bu,, aku ikut". disaat mengikutinya akupun kehilangan jejak dan itu merupakan perpisahan terakhir.
            Tidak berselang lama orang-orangpun lari untuk menyelamatkan diri dari air laut yang tumpah ke darat sejauh 20 KM, "Air naik,, air naik,,". akupun mulai panik, serba salah  untuk menyelamatkan diri. Air pun semakin dekat, sehingga aku memutuskan untuk naik di salah satu bangunan runtuh yang dulunya toko buku Zikra. Ternyata ketinggian air kalah dari bangunan yang aku naik, sehingga akupun terbawa arus yang sangat kencang dan lumpur yang hitam serta kayu yang bertumpuk. Aku hanya bisa pasrah, padahal kemampuan berenangpun  tidak sama sekali aku miliki.
            Akhirnya aku tersangkut didalam puing-puing kayu yang berantakan, karena kuasa ALLAH aku diselamatkan oleh salah satu orang yang ada di atas kayu tersebut. Entah siapa orang tersebut yang tiba-tiba menghilang dan belum sempat saya berterima kasih dengannya. Alhamdulliah aku selamat dari ratusan ribu nyawa pahlawan yang melayang pada waktu itu, walaupun  jejak ibu yang aku dampakan pergi menghilang.
***
            Berawal dari berjualan kue, ia mampu memenuhi kebutuhan hidupku. betis yang kuat berjalan dari warung ke warung. kesabaran yang ia perlihatkan sejak ayam berkokok dari pukul 3 pagi untuk melakukan tugasnya tersebut.
            Sampai detik ini sosoknya yang aku rindukan, nasehat serta kesabaran yang menentramkan hati ini menjadi hal yang tidak bisa aku lupakan. ketika malam datang, suara nyanyian jangkrik terdengar seakan ingin menghibur kemesraan untuk terakhir kalinya. terdengar suara lembutnya, "Nak,, belajarlah agar suatu saat nanti kamu menjadi orang yang berguna". dengan senyum akupun meresponya dengan biasa saja,"Iya".
            lalu, disaat sosoknya dipanggil oleh yang maha kuasa akupun berfikir, "Ketika aku malas belajar, kelak nanti calon istriku berhak menerima orang yang pinter".





2 komentar:

  1. Perhatikan EYDnya yaa
    secara keseluruhan, sudah memberikan inti apa yang ingin diceritakan :)

    BalasHapus

 
Zulfahmi CanNik Photografia © 2014